Makin lama waktu pinjaman makin menguntungkan, berikut alasannya :
1. Tujuan kita berinvestasi adalah agar mendapatkan cashflow positif, maksudnya adalah pendapatan produktif yang kita dapatkan dari aset property yang kita beli diharapkan bisa membayar cicilan kita di bank dan masih ada surplus, surplus tersebut
dinamakan sebagai cashflow positif. Contoh kasus :
– Saya pernah membeli apartemen second market di Educity type studio senilai Rp 250jt dengan plafond kredit yang disetujui bank adalah senilai Rp 240jt, karena pada saat itu nilai aprisal dr bank tersebut cukup tinggi sehingga saya tdk perlu mengeluarkan dp terlalu banyak..
– Asumsi dengan bunga 9% per tahun selama 20 tahun maka cicilan yang harus dibayarkan ke bank adalah Rp 2.159.342
– Saat ini apartemen tersebut saya berhasil sewakan dengan pendapatan produktif Rp 2.750.000
– Dari kasus ini saya mendapatkan casflow positif sebesar hampir Rp 600.000 setiap bulan
Dari kasus ini, Kalau jangka waktunya pendek, cicilan menjadi besar dan terasa berat di awal sehingga cashflow sulit menjadi positif, bahkan bisa menjadi negatif..
2. Karena pengaruh inflasi, nilai cicilan makin lama makin turun walaupun angkanya sama, sedangkan cashflow atau penghasilan sewa anda akan terus meningkat setiap tahun mengikuti inflasi. Dengan demikian lama kelamaan cashflow positif anda akan semakin besar.. mungkin banyak yang bingung mengenai istilah inflasi, inflasi diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu, nilai uang Rp 100rb di tahun 2021 dibandingkan nilai uang Rp 100rb 5 tahun lalu tentunya berbeda nilai, berikut perhitungannya
Kurs Rp9.760 setiap 1 dolar AS (20 Mei 2013)
Rp9.760 x US$10 = Rp97.600
Uang Rp100 ribu sekarang
Kurs Rp14.927 setiap 1 dolar AS (5 September 2018)
Rp14.927 x US$10 = Rp149.270
Ada selisih antara nilai 10 dolar AS sekarang dengan 5 tahun lalu
Rp149.270 (sekarang) – Rp97.600 (5 tahun lalu) = Rp51.670 (selisihnya)
Artinya, jika punya uang sekitar Rp100 ribu di zaman sekarang, sama saja seperti pegang uang senilai Rp51.670.
Jadi, gambaran mudahnya kalau mau membandingkan uang Rp100 ribu 5 tahun lalu itu apple to apple alias sesuai porsi sama dengan Rp150 ribu di zaman sekarang, Wajar saja kalau belanja dengan Rp100 ribu lima tahun lalu itu dapat banyak, sedangkan belanja dengan Rp100 ribu sekarang ini jauh lebih sedikit.
3. Nilai aset anda makin lama meningkat naik mengikuti hukum compounding interest, sedangkan pokok hutang anda makin lama makin berkurang dan kecil nilainya.
